![]() |
Dikatakan atau tidak dikatakan, itu tetap cinta! Cinta itu tindakan nyata,kan? |
Kamu tipe yang mana??
Atau...
Kedua: "Ah, aku mau cepet-cepet nikah ajaa, biar nanti gak usah repot-repot kerja. Kan enak jadi ibu rumah tangga! Ngurus anak, ngurus suami!! Iya gak."
Dan....
Ketiga: "Apaan, kuliah tinggi-tinggi, kok ujung-ujungnya jadi Ibu rumah tangga, malu-maluin. Gak ada guna dong kuliahnya!"
Jadi? Kamu tipe yang mana??
Kalau aku pribadi, aku ingin menjadi.......
"Wanita sholihah, Isteri sholihah, Ibu sholihah dan sebaik-baik manusia yang bermanfaat untuk sekeliling!"
Hidup itu pilihan dan setiap pilihan pasti terdapat kelebihan, pun kekurangan. Tinggal bagaimana kita merespon dan menyikapi setiap pilihan itu. Dan aku percaya bahwa menjadi ibu rumah tangga tanpa harus meninggalkan kebermanfaatan terhadap sekeliling adalah hal yang bukan mustahil. Semua menjadi mungkin dan bisa, jika kita mau. Iya kan?
Tapi ya lagi-lagi, semua dikembalikan pada pilihan hidup masing-masing kita. Iyakan ya?
Teruntuk kamu partner di masa depan,
Ketahuilah, bahwa kelak padamulah aku bisa meraih ridho Rabbku, maka kumohon jangan persulit aku tuk meraih ridhoNya yang ada padamu yaa. Berkerjasamalah denganku mengarungi bahteraa rumah tangga kita hiingga menuju SyurgaNya. Jangan jadikan aku sebagai lawanmu yaa, karena aku memilihmu(nanti) bukan sebagai lawan berdebat sepertihalnya kompetisi, tapi aku memilihmu(nanti) sebagai partner berdiskusi tuk memikirkan kondisi ummat.
Teruntuk kamu yang Allaah tunda temu kita,
Dalam kesendirian kita, kamu di sana, aku di sini, bukan lantas menjadikan kita galau, malas, mager, gabut atau bahkan melakukan hal yang tidak berfaedah. Tapi, di tengah kesendirian kita, aku ingin kita sama-sama menyelesaikan pr masing-masing terhadaap diri kita pribadi. Hingga, ketika temu itu tiba dan menyapa, maka kita sudah sama-sama selesai dengaan diri kita masing-masing. Karena, aku ingin membangun rumah tangga yang kita dedikasikan untuk ummat. Jadi, aku percaya bahwa kamu membutuhkan aku yang sudah selesai dengan diriku, karenaa jikalau aku saja belum selesai dengan diriku, bagaimana mungkin aku bisa membersamaimu dalam jalan dakwah ini, begitupun sebaliknya:))
Percayalah, aku di sini baik-baik saja, sepertihalnya kebaikan-kebaikan yang senantiasa kamu tebarkan untuk sekelilingmu. Aku tidak tahu pasti perihal kamu, tapii yang aku yakini, kamu adalah cerminan diriku. Maka, aku menginginkan pantulan sebuah cermin yang baik, yang senantiasa gemar dalam kebaikan, yang senantiasa mengikhtiarkan pemantasan untuk sebuah pertemuan yang diridhoi olehNya.
Wahai kamu yang akan membersamaiku kelak, kumohon izinkan aku untuk tetap memberikan kebermanfaatan untuk sekelilingku yaa meski aku sudah menjadi milikmu, dan percayalah, kamu dan anak-anak kita kelak tetaplah menjadi prioritas utamaku setelah Rabbku dan orang tuaku. Izinnkan aku untuk mendedikasikann diriku untuk ummat. Tapi yakinlah,ridhomu adalah segalanya bagiku, maka, aku butuh ridhomu.
Barangkali, memang belum saatnya Allaah pertemukan kita, barangkali Allaah masih inginkan aku berdakwah tanpamu untuk sementara waktu, begitupun kamu. Maka, mari kita sama-sama maksimalkan kesendirian kita dengan sebaik-baik tindakan yang memberikan kebermanfaatan. Dan, bila saatnya tiba, kita bisa berdakwah bersama hingga ke SyurgaNya.
Ketahuilah, menjaga yang paling sulit dan tersulit adalah menjaga hati. Tapi percayalah, Allaah akan selalu menjagaku, sepertihalnya pintaku padaNya agar senantiasa menjaga kamu yang entah siapa.
Baiklah, kita bertemu(nanti) yaa...Entah di dunia atau barangkali Allaah tunda temu kita di dunia tuk perjumpaan yang indah di SyurgaNya:"""")
Dan adalah dia yang kelak akan menjadi pilihan yang dipilih atas dasar ilmu dan cinta padaNya.
#MudaMengangkasa
#ProjectAkhirat
IG: @nilamengangkasa_

Comments
Post a Comment