![]() |
| Aku khawatir kelak akan diuji dalam sebuah pernikahan. Maka, bolehkah kucuri sedikit rahasi dariNya? |
Membahas perihal
cinta bukanlah keahlianku, bahkan aku selalu menghindar jika dalam sebuah forum
membahas perihal cinta, cinta terhadap lawan jenis tepatnya. Bukan, bukan
karena aku tak normal, hanya saja aku
selalu bingung harus bersikap dan berbicara perihal apa, lebih-lebih jika dalam sebuah forum membahas perihal pernikahan.
Di usiaku yang sudah
menginjak 21 tahun, aku kemudian memutar kembali memoriku tentang apa-apa yang
telah berlalu. Ya, sudah terlalu banyak orang yang aku temui, terkhusus pria
tepatnya.
Kamu, yang kelak
Allah takdirkan aku membersamaimu, yang aku tak tahu kamu dimana, siapa, tapi ada
keyakinan bahwa kelak kamu akan hadir menyapa kehidupan ini, walau aku tak tahu
kapan, tapi aku percaya pasti. Bolehkah aku sedikit bercerita dan berbagi
padamu tentang pria-pria yang telah aku temui? Kamu tahu, mereka adalah para
pria yang unik dengan karakter mereka masing-masing, dan tak perlu cemburu
karena bagiku kamu tetaplah pria yang paling unik, paling mengagumkan yang kelak
kita akan bersama-sama meraih jannahNya. Hanya saja, aku tak punya banyak
pengetahuan untuk kemudian menceritakan kamu dalam tulisan ini. Maka izinkan
aku yaa untuk menceritakan para pria yang telah aku temui dalam perjalanan
kehidupan ini. Tak mengapakan?
Oh ya, biar lebih
enak, aku mohon izin untuk memanggil kamu dengan sebutan “kakak” bolehkan?
Kak, kakak tahu mengenal
pria itu seru ya,, ada banyak hal yang kemudian menjadikanku belajar banyak
hal,, ya secara tidak langsung aku jadi belajar untuk kemudian nanti tahu
bagaimana bisa menghadapi kakak dalam keluarga kecil kita. Jujur, aku tidak
sabar untuk bertemu denganmu, mengetahui
kejutan-kejutan dari karaktermu, kesukaanmu, hobimu, pemikiranmu, dan segala
hal tentang kamu.Manis sekali.
Oh ya,, kembali ke topik tulisan ini perihal para pria yang kutemui dan hadir dalam episode kehidupan diri. Aku tidak pernah menskenariokan untuk mengenal pria bahkan menjadi teman mereka. Tapi entah mengapa beberapa peristiwa membuatku harus menyelami mereka tanpa inginku. Kakak tahu, beberapa kali aku menyaksikan teman pria menangis dihadapanku, menceritakan beban dan ujian hidupnya, pun juga seringkali aku menjadi tempat kebingungan mereka tentang bagaimana harus bersikap, atau seringkali mereka menceritakan perihal kehidupan keluarga mereka dan ketakutan-ketakutan mereka untuk menatap masa depan, atau juga tentang bagaimana cara memilih wanita yang tepat untuk dijadikan pendamping hidup. Mereka unik!
Kakak tidak perlu khawatir jika aku menaruh rasa pada mereka, tidak sama sekali! Aneh memang, ketika banyak orang yang mengagumi teman-teman priaku ini, sedang aku tidak bisa mengagumi mereka. Barangkali adalah iya kak, ketika kita sudah begitu mengenal orang begitu dalam&dekat,, bukan rasa ingin memiliki yang hadir, tapi adalah tentang rasa kekeluargaan yang kemudian menyapa diri. Dan itulah rasa yang aku rasakan terhadap teman-teman priaku.
Tapii, kak. Aku tidak bisa membohongi diri bahwa jodoh itu bisa jadi teman kita sendiri dan aku tak bisa membayangkan jika salah satu mereka akan menjadi teman hidupku di masa depan, tak bisa kubayangkan jika itu terjadi, tapi ya bagaimanapun tetap dijalani, kalau memang sudah jodoh ya bagaimana. Iyakan kak?
Ada hikmah yang kemudian mampu aku selami, barangkali ini adalah cara Allah menjaga hamba hina seperti diri ini, susah jatuh hati pada pria yang menurut para wanita mereka begitu ideal & imamable,, yang nyatanya mereka adalah teman sendiri.
Sekarang, semakin belajar agama, semakin Allaah pahamkan aku untuk kemudian berteman pada pria ada batasan,, Memang sejauh ini ketika berinteraksi dengan para pria tak ada yang salah. Tapi barangkali yang salah adalah ketika mereka menjadi nyaman bercerita kepadaku.
Tapi tenang saja,, aku sudah menjauh dari mereka, memasang benteng untuk kemudian mereka paham tidak seharusnya kehidupan pribadi mereka dibagi kepadaku,, karena ada yang lebih berhak dari cerita mereka,, Penciptanya salah satunya. Iyakan kak?
Ada banyak hal yang sebenarnya ingin kubagi padamu, tapi aku takut jika nanti kita bertemu dalam sebuah keluarga kecil kita, aku kemudian tidak punya topik untuk dibagi padamu,, maka aku cukupkan sampai disini untuk kemudian aku ceritakan nanti.
Tapi yang jelas, aku bukan wanita yang suka menunggu dalam ketidakpastian,, ada banyak mimpi yang menyibukkanku hingga menggalaukanmu yang tak kunjung datang bukanlah prioritasku. Maka, tak perlu khawatir,, aku punya kehidupan yang sangat seru di masa kesendirian ini, yang setiap harinya selalu ada kejutan,, keren sekaliii! Kelak, akan kubagi padamu kisah-kisah receh yang mendewasakanku sampai pada momen kita bertemu.
Oh ya sebagai penutup tulisan ini,, izinkan aku menyampaikan beberapa hal kepadamu....
kalau memang kita akan dipertemukan, bolehkah aku mengetahui sedikit perihal kamu yang dirahasiakan olehNya? Agar aku tahu kalau aku sedang menunggu pria yang baik yang hingga detik ini dia memang belum baik, tapi dia sedang dan terus membaik. Aku tahu, bahwa jawabannya tidak boleh! Tapi kalau boleh sedikit khawatir, aku takut jika aku diuji melalui pernikahan,, karena aku memimpikan bahwa kelak kita akan berjalan beriringan, bersisian, bisa saling menghargai dalam perjalanan pernikahan. Tapi,melihat bagaimana lingkungan tempat aku tinggal,, banyak diantara tetanggaku atau bahkan teman-temanku yang diuji melalui pasangannya; pasangannya yang kasar, berkhianat, tak bertanggungjawab, tak peduli dan semua hal yang aku takutkan. Kalau memang kita dipersatukan, bolehkah kucuri sedikit rahasiaNya bahwa kamu adalah orang baik meski tidak sempurna, agar ketakutan perihal ujian pernikahan bisa terminimalisir. Bolehkah?
Maaf yaa, tentu saja jawabannya tidak boleh! Maka tugasku adalah mempersiapkan sebaik-baik bekal, agar kelak ketika Allaah uji diriku melalui pasangan, aku sudah cukup siap. Begitukah?
Dan pada akhirnya, tidak ada ekspektasi perihal kamu! Kuserahkan semuanya padaNya. Tugasku hanya berikhtiar, berdoa agar Allaah sama-sama lembutkan hati kita untuk lebih mudah memahami syariatNya.
Terus membaik yaa, Kamu!

Comments
Post a Comment