[Menjadi Yang Allaah inginkan?]



Teruslah menjadi apa yang Allaah inginkan, bukan yang manusia katakan 





Maha baik Allaah yang telah memberikan banyak kenikmatan kepada kita para hambaNya, lantas? Sudah sejauh mana kita bersyukur? Bersyukur bukan hanya mengucap terima kasih saja, tapi tentang bagaimana kita mengupayakan dalam memaksimalkan potensi yang telah Allaah beri pada kita.

Dulu, ketika Allaah belum memperkenankan diri ini untuk menjadi salah satu mahasiswa jurusan Astronomi di kota kembang, ITB, Bandung. Adalah sebuah keyakinan bahwa UAD adalah sebaik-baik tempat untuk semakin mendekat kepadaNya. Sederhana adanya, aku ingin mengangkasa, melihat segala kemahabesaranNya dengan segala ciptaanNya di alam semesta. Melihat indahnya merkurius, venus, jupiter, mars bahkan plato sekalipun yang sudah tidak termasuk dalam deretan planet. Aku ingin menyaksikan semua dengan bola mataku, tapi takdir Allaah belum membawaku kesana.

Lantas, apakah alasan mendasar mengapa aku begitu suka mengangkasa?
Sederhana adanya, aku hanya ingin memperluas tempat bersujudku dan memperkenalkan Islam sebagai agama yang dibawa Rasulullah di muka bumi ini.  Aku hanya ingin memperluas ikhtiarku untuk memaksimalkan anugerah potensi yang telah IA beri padaku, aku hanya ingin membuat Rabbku ridho dan semakin cinta padaku dengan kesederhanaan upaya yang dibalut kesungguhan ikhtiar dan gemaan doa yang senantiasa diupayakan.

Aku bukan siapa-siapa dan tak pernah menjadi siapa-siapa dihadapan manusia, tapi mengupayakan diri untuk menjadi yang istimewa dihadapanNya adalah bagian dari mimpi terbesarku. Yang kutahu , aku terlahir dengan fisik yang sempurna, putih bersih dan teramat lucu tatkala aku masih bayi.  Dan, aku tidak hanya ingin terlaahir sebagai bayi yang putih dan bersih(dulu), tetapi aku juga ingin kembali sebagai manusia yang IA perkenankan tuk menempati SyurgaNya, Aamiin.

Bagi kebayakan orang di luar negeri sana, Islam itu menakutkan, Islam itu teroris, Islam itu.....Ah, terlalu banyak judjge yang memiriskan perihal Islam, dan sungguh aku tidak terima akan itu. Karena yang kutahu, Islam adalah agama yang indah dan sangat mengagumkan. Maka, aku ingin tunjukkan pada dunia, perihal Islam yang sesungguhnya.


Dan beginilah caraku, memperkenalkan Islam melalui sebuah ajang kompetisi, konferensi untuk meraih beragam prestasi, tidak hanya di Indonesia tetapi di seluruh mancanegara.

Beginilaah aku, dengan pakaian dan jilbab panjangku, sebagai identitas taqwa kepadaNya dan aku bahagia mengenakannya. Bukankah, syar'inya busana adalah bentuk kasihsayang Rabb pada kita? Maka berbahagialah kita yang mengenakannya dan semoga Allaah istiqomahkan kita untuk terus mengenakannya di situasi dan  kondisi apapun. Aamiin.

Percayalah, pakaian taqwa tak akan menyulitkanmu dalam berkarya. Malah, pakaian taqwa adalah identitas yang akan menjagamu. Maka, teruslah kenakan pakaian taqwa itu yaaa, jangan lepaskan, apapun alasannya.

"Dear Muslimah, Our hijab is our dignity, our respect, and our honour. Hijab is an act of faith, a symbol for all the world to see..."(Tulisan mbk dewi yang sedikit mengalami perubahan).

Maka, lagi dan lagi, apapun profesimu, dan bagaimanapun kontribusimu, maka tetaplah dengan pakaian taqwa itu, cukuplah Allaah sebagai alasan itu. Semoga Allaah senantiasa menjaga hati kita agar bersesuaian dengan ketetapanNya.

Ketika belajar adalah ibadah, maka prestasi adalah dakwah(NRR_2018),

Selamat mengangkasa,
Selamat memperluas tempat bersujud,
Dan jangan lupa untuk memberikan sebaik-baik kebermanfaatan untuk sekeliling:)
Bukankah sebaik-baik manusia adalah ia yang bermanfaat bagi saudaraNya?
Semoga kita salah satu  diantaranya yaa:))

At last but not least, Jadilah dirimu dan bersinarlah menurut versimu!

#Kyoto, Japan
#Konferensi
#MudaMengangkasa
#AtasizinNya

IG:@nilamengangkasa_

Comments