"If you start with strong why, you will survive any how"(NRR_2018)
"Cara terbaik untuk mencapai sesuatu adalah dengan memperjuangkannya."
"Jauh-jauh ke jawa kuliah di swasta?"
"Apa itu UAD? Kampus apa? Dmana? Legalkah?"
"Lihat si A, kuliah di kampus favorit, di ITB. Laa kamu kuliah malah di swasta!"
Dst......
JLEB!JLEB!JLEB!JDARRRRR!!!
Sakit tapi tidak berdarah! Tampaknya itu yang kurasa. Tapi itu dulu, dulu sekali, di awal-awal tahun 2016 ketika kaki ini dengan berat langkah menginjakkan kaki di kampus asing bernama UAD yang sekarang menjadi kampus tercinta yang terpatri jelas di memori dan hati seorang NILA!
Teman, sakit yang tidak berdarah membuat aku harus berbuat sesuatu. Haruskah aku diam dengan segala statement dari mereka terhadap diriku, kampusku, lebih lebih mereka meremehkan kemampuanku! ini tentang harga diri dan sungguh aku tak bisa berdiam diri!
Barangkali, teruntuk kalian yang kuliah di kampus favorit, lebih-lebih PTN, kalian tak perlu mendengar kicauan akan takdir yang menghantarkan kalian atas kampus pilihaan kalian.
Berbeda dengan kami, yang tidak hanya berperang dengan batin untuk berdamai pada diri kami sendiri atas takdir yang menurut kami sangat tidak berpihak! Tetapi dengan kejamnya, kami juga harus menghadapi tanggapan miring atas segala kicauan mereka. Ah entahlah, tapi begitu adanya!
__________________________________________
UAD memang bukan kampus pilihanku, tapi UAD adalah kampus yang Allaah pilihkan untukku. Bukankah segala pilihan Allaah adalah yang terbaik? Maka, mulai berdamailah hati ini, pun diri ini atas segala ketetapan yang telah IA tetapkan padaku. Setelah berdamai, barulah dengan pikiran jernih dan hati yang lapang aku mulai merencanakan sebuah perjalanan panjang untuk mencapai puncak tujuan tertinggi dalam hidup. Adalaah meraih ridho, cinta dan SyurgaNya menjadi puncak tujuan itu, dan sungguh untuk mencapai puncak itu tentunya tidaklah mudah, ada banyak hal yang harus ditinggalkan, pun diperjuangkan! Meninggalkan apa apa yang tak IA ridhoi,pun memperjuangkan apa apa apa yang IA ridhoi.
"Ketika belajar adalah ibadah, maka prestasi adalah DAKWAH"
Sungguh, aku bukan seorang ustadzah yang bisa mengeluarkan ayat-ayat apalagi berceramah. Aku hanya gadis pejuang mimpi yang tidak henti dalam bermimpi. Dan, menjadi MAWAPRES adalah bagian dari sekian banyak mimpi yang aku percaya bisa mengantarkanku pada puncak tujuan itu. Aku percaya itu! Aku percaya karena Allaah yang berulangkali meyakinkanku akan pilihanNya kepadaku.
Sebelum tulisan ini semakin jauh berceloteh, barangkali masih banyak yang bertanya-tanya, apa itu mawapres?
MAWAPRES=Mahasiswa Berprestasi, dan untuk mencapai pada pelabelan MAWAPRES, maka ada beberapa tahap yang harus diikhtiarkan. Meliputi: IPK yang harus >3.5 , Prestasi meliputi piagam2 penghargaan lokal, nasional dan internasional, Organisasi, Hasil Karya Tulis Ilmiah, Presentasi KTI, Seleksi kemampuan bahasa inggris, Seleksi Psikotes. Dan, puncak Mawapres ini sampai tingkat NASIONAL, sebelum sampai pada puncak NASIONAL, kita harus berjuang dulu di tingkat prodi, fakultas, universitas......dan kalau kuliah di kampus swasta, kita harus melalui fase di kopertis sebelum berjuang di NASIONAL.
Ya, lebih kurang begitu singkat cerita tentang APA ITU MAWAPRES:0
Sungguh tidak tau diri! Mahasiswa swasta berani bermimpi menjadi
juara 2 Mawapres Nasional! Jangan mimpi!!
Teman, lagi lagi perlu aku sampaikan:) Bahwa aku tidak akan pernah mampu;) Mana mungkin aku sanggup menghadapi mahasiswa-mahasiswa keren dari berbagai PTN keren di Indonesia, UI,ITB, UGM, IPB, UNS, UNDIP, dsb. Tapi lagi lagi, adalah Allaah lah yang akan memampukan aku:) Atas izinNya, aku percaya itu. Bukankah aku hanya perlu berikhtiar, berdoa, meminta ridho orang tua, dan terus berjuang. Setelah itu, biarlah Allaah yang menjalankan perannya! Bukankah demikian?
Teman, aku ingin lebih memperkenalkan Kemahabesaran Rabbku ke semua orang di muka bumi ini dengan statusku sebagai MAWAPRES! Dan entah keyakinan dari mana yang membuat aku yakin bahwa dengan menjadi MAWAPRES, peluangku untuk memperkenalkan islam akan menjadi lebih luas dan massif!
Orang lain boleh saja menolak mimpi kita, mereka bisa saja meremehkan cita-cita kita,
tetapi mereka tidak bisa mencegah terkabulnya doa-doa kita!
Teman, izinkan aku untuk menyampaikan sesuatu......
Aku tidak tahu apakah kamu sudah berani bermimpi, sudah dalam tahap menuliskan mimpi, atau ternyata sedang memperjuangkan mimpimu. Tapi apapun itu, aku hanya ingin menyampaikan pada kalian untuk: MENJADI PEJUANG MIMPI bukan hanya sekedar menjadi PEMIMPI!
"Dan milik Allaah meliputi rahasia langit dan bumi dan kepadaNya segala urusan dikembalikan. Maka sembahlah Dia dan bertawakallah kepadaNya. Dan Tuhanmu tidak akan lengah terhadap apa yang kamu kerjakan."(Q.s. Hud:123)
Dariku yang masih berjuang meraih puncak mimpi tertinggi;0
#MudaMengangkasa
#MuslimahMendunia
#Mawapres
IG: @nilamengangkasa_

Comments
Post a Comment