“Nil, aku tu
tahu kalau pacaran itu gak boleh. Dilarang sama Allaah, sama agama kita. Tapi,
susah banget buat gak pacaran, gmana dong Nill.”
Berat,berat,berat wkwk!
Sebagai manusia yang belum pernah mencicipi bangku
pacaran, agaknya sulit ketika banyak teman-teman yang malah curhat perihal
pacaran, hem hem hem.
Kalau kata Bapak: “Nak, jika ada yang bercerita
padamu, maka kamu harus mengkondisikan dirimu sebagai dia, kamu harus bisa
merasakan apa yang dia rasakan. Nah, nanti kalian bisa nyambung dan feelnya
dapat.”
Baiklah, tampaknya demikian. Agaknya, aku harus
merasakan apa yang mereka-mereka rasakan selama di bangku pacaran.
Oh ternyata, rasa pacaran itu NIKMAT ya?!
Nikmat bisa menatap wajah si dia secara gratis,
memegang tangannya secara bebas, mengusap air mata dipipi meronanya, dan duduk
berduaan membahas hal-hal picisan yang teramat membosankan, begitukah?
“Nil, kamu itu salah, pacaran ku itu sehat, kami
sering belajar bareng, ingetin shollat, ingetin puasa sunnah, Saling bangunin ketika
shollat malam, jadi, pacaran kami itu sehat! Berfaedah, dan itu baikkan? Saling
mengingatkan dalam kebaikan.”
Duh,duh, buaya kok di kadalin wkwkwk
Lu mau berdalih apa lagi? Berargumen kaya gmana
lagi?
Coba deh kita cermati bersama, kebaikan yang dibungkus
dengan cover zina, hasilnya apa?
Coba renungin aja sendiri!
Lagi dan lagi, gue gak bakal ngelarang kalian
teman-teman maya dan nyata gue buat pacaran, itu hak kalian, hak prerogative
kalian, gak ada yang ngelarang, kalian berhak, kalau sampai ada yang ngelarang,
kalian bawa aja pasal 28 a-j tentang HAM. Jadi, yang mau pacaran, aman, karena
ada landasan hukum yang menjaga kalian. Hayoo, kurang apalagi coba? Maksiat aja
dilindungi wkwkkw.
Tapi….
Sebagai orang asing yang sayang sama kalianJ
Izinin gue untuk sedih karena keputusan kalian yang memilih buat pacaran.
Sometimes, gue sering nyalahin diri gue sendiri,
ketika banyak teman gue yang masih pacaran. Agaknya, gue kurang perhatian sama
mereka, hingga mereka mencari perhatian ke lain tempat, dengan pacaran
contohnya. Sebagai teman kalian, gue cemburu! Teramat cemburu. Tapi apalah
daya, gue gak punya hak buat ngatur hidup kalian dan ngelarang-larang kalian.
Iyakan?
Teruntuk sahabat wanitakuJ
Siapapun kalian, sosok wanita anggun yang Allaah ciptakan dimuka bumi ini.
Kalian istimewa teman, teramat istimewa. Dan,
bukankah keistimewaan itu tidak murahan untuk didapatkan. Tapi, kenapa kalian
memilih untuk bermurah-murahan, hingga menjatuhkan hati kalian ke hati pria
yang gak jelas bagaimana kelanjutanr hubungan kalian di masa depan.
Kalian itu berharga temanJ
Kelak, dari Rahim kalianlah akan lahir para generasi masa depan. Tidakkah kita
menginginkan generasi yang berkualitas? Lantas, bagaimana mungkin kita bisa
melahirkan generasi berkualitas, sedang kita malah sibuk berpacaran ria.
Kalian itu punya potensi besar, teman. Tapi, potensi
besar itu harus terkubur, karena kalian sibuk mengalokasikan waktu kalian untuk
si diaJ
begitukah?
Aku tidak akan menjudgje kalian atau bahkan melarang
kalian. Aku akan selalu ada untuk kalian, menantikan kabar “putus” antara kamu
dan si dia, berdoa semoga Allaah perjelas hubungan kamu dan si dia, diperjelas
dengan status “pernikahan” atau diperjelas dengan status “mantan”
Teruntuk kalian teman priakuJ
Terima kasih karena telah memilih merusak teman
wanitaku dengan pacaran, terima kasih yaaJ Karena
tindakanmu itu semakin memperjelas siapa kamu, memperjelas tentang ketidak
lakianmu, membuktikan perihal betapa pengecutnya kamu,dan meyakinkanku bahwa
kamu akan menjadi baik di masa depan jika kamu memilih untuk berubah menjadi
baik dimasa kini.
Teruntuk teman pria dan wanitaku di maya dan nyata.
Tidak ada manusia yang tidak luput dari kesalahan,
dan jika kita sudah tahu kalau kita salah, maka jangan terus melanjutkan kuota
kesalahan itu. Kumohon, kita sama-sama berproses menuju jalan yang IA ridhoi
yaaJ
Gmana? Kamu maukan?
Terima kasih yaa teruntuk kalian yang telah memilih
untuk pacaran dan kemudian menyudahinyaJ
Intinya, Allaah sayang kalianJ
Jadi? Kapan pacar jadi halal?
Atau, kapan pacar jadi mantan?
Ditunggu kabarnyaa yaaJ
IG:@nilamengangkasa_

Comments
Post a Comment