Kenapa Berprestasi?

"Singapura bukan bagian dari mimpiku, tapi Allaah perkenankan untukku, tidakkah Allaah begitu romantis adanya."


Belakangan ini banyak pertanyaan masuk baik melalui IG, WA ataupun Line terkait dengan alasan kenapa aku begitu berambisi dalam berprestasi.
Honsetly, I am so confused why people very easy to judgje someone from the cover.

"Nil, jangan ambis ngapa jadi orang, emang gak capek yaa!!"
"Udahlah stop lomba sana sininya, fokus kuliah aja, nanti selesainya lama loo!"
"Jangan sampai ambisi dunia menjauhkan kamu sama Allaah! Semua ini fana Nill, jadi bersikap yang wajar aja kayak kebanyakan orang."
"Nil, berprestasi itu gak harus lomba sana sini, gak harus ke luar negeri. Jadi, gak usah ngambis banget jadi orang!"

Oh My God, kalau diizinkan untuk berkata kasar, mungkin aku akan sampaikan secara frontal sama kalian, "Apa hak kalian mengatur hidupku, mimpi2ku dan semua hal yang hendak aku lakukan. Emang kalian siapa, kalian bukan Tuhan yang bisa ngatur aku! So, kalau kalian gak bisa berkata baik, lebih baik diam ketimbang perkataan kalian menyakiti dan membuat oranglain putus asa. Bisakan ya?"
Tapi sayangnya aku tak pernah punya kuasa untuk mengatakannya:)

Sahabat pembaca blog ini. siapapun kalian:)
Dunia dan segala isinya begitu unik. Maka, nikmati segala keunikan itu yaa:) Dalam perjalananmu tuk menggapai impian itu, akan banyak orang yang bertentangan denganmu nantinya, menjatuhkanmu secara sengaja maupun tidak sengaja, menertawakan mimpi2mu, menghinamu, berkomentar pedas atas segala pencapaian dan respon-respon unik lainnya. Tapi, jangan menjadi lemah ya wahai diri, karena dengan segala nikmat ujian dari para manusia diluaran sana, harusnya membuat diri, pikiran dan hatimu semakin kuat! Maka, lapangkan dan luaskan hatimu yaa:) Dan jangan pelit mendoakan orang-orang yang selalu bertentangan denganmu.

oh ya teman-teman, percaya gak sih kalau sebenarnya mimpi2 yang kita impikan itu hadirnya bukan secara tiba-tiba, tapi itu semua adalah bagian dari skenario yang telah Allaah gariskan pada setiap hambaNya, tinggal bagaimana hambaNya mau atau tidak menindaklanjuti mimpi2 yang Allaah hadirkan dalam pikiran kita. Jadi, sudah tidak ada alasan bagi kita untuk tidak bermimpi, karena ikhtiar kita dalam meewujudkan mimpi2 itu adalah bagian dari proses dalam meraih ridho dan cintaNya.

Berikan aku alasan kenapa kalian tidak mau bermimpi, atau bahkan takut bermimpi?
Apa alasannya?

Bukankah mimpi itu gratis? Bukankah Allaah yang akan memampukan kita dalam mewujudkan mimpi2 itu? Bukankah Allaah selalu melihat proses dari hambaNya? Bukan seperti  para manusia yang hanya berfokus pada pencapaian kita tanpa tahu proses kita meraih mimpi itu.

Kenapa harus takut? Bahkan kita tidak akan mendapatkan punishment kalau kita belum berhasil dalam mewujudkan mimpi2 itu.

Maka, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak bermimpi:)

Sahabat pembaca blog ini...
Ketahuilah bahwa usaha itu berdurasi, tapi doa jangan pernah ada kata henti!
Tujuh tahun aku menginginkan untuk memperluas tempat bersujudku di negeri sakura, dan Allaah Ijabah mimpi itu di tanggal 30 Oktober-7 November 2018, hampir dipenghujung tahun ini.  How romantics Allaah?:""""
Tujuh tahun bukan waktu yang sebentar, tapi lagi-lagi, Allaah tidak akan pernah mengecewakan para hambaNya yang senantiasa berikhtiar, berdoa dan percaya bahwa janjiNya itu pasti.

"Berdoalah kepadaKu, Niscaya aku perkenankan bagimu"(Al-Mu'min:60)

Jadi? sudah siap untuk bermimpi dan bangun untuk mewujudkannya?

Baiklah, barangkali kalian masih tetap takut untuk bermimpi:) Karena apa? karena pencapaian teman-teman kalian yang sudah teramat jauh dari kalian? Teman kalian sudah hampir di puncak, sedang kalian masih di lembah. Begitukah?

Bukankah Allaah ciptakan kita dengan keunikan kita masing-masing? Bukankah setiap kita memiliki kekurangan dan kelebihan? Bukankah kita adalah hambaNya yang penuh dengan keistimewaan?
Lantas kenapa masih sering membandingkan?

Percayalah bahwa setiap kita punya timingnya masing-masiing dalam mencapai tingkatan aktualisasi diri, tugas kita hanya terus berikhtiar, berdoa dan senantiasa melakukan yang terbaik. Selanjutnya, biarkan Allaah yang menjalankan peranNya.

Percayalah teman, setiap kita memiliki durasi waktu masing-masing dalam mencapai kata "SUKSES"
Tugas kita hanya terus: belajar, belajar dan belajar! Bisakan ya?

Kalau kata Bapak, Kesuksesan kita di masa depan akan tampak pada perjuangan kita di masa kini. Jadi? Sudah seberapa besar perjuangan kamu? Sudah berdarah-darahkah perjuangan itu? Sudah berlinangan air matakah? Atau, bahkan sebaliknya, selama hidup ini, kita tidak pernah memperjuangkan apapun.

Sudahlah, sekarang putuskan! Mau menjadi apa kita di masa depan? Dan mau dibawa kemana masa depan kita? Dan, sudahkah di masa kini kita berjuang?

Tak ada kata "TERLAMBAT"

Silahkan memulai!!
Memulai BERMIMPI dan perlahan MEWUJUDkannya:)


by:@nilamengangkasa_

#MyDreamMyAdventure
#MimpiKecilNila

Comments